6 Langkah Pengobatan Sebagai Cara Mengatasi Neuralgia Trigeminal Yang Manjur

Sebelum kali ini kita akan membahas lebih kompleks mengenai cara mengatasi neuralgia trigeminal, alangkah baiknya kita memahami tahapan diagnosis yang dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan diagnosis kesehatan pasien perlu dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya penyakit dan seberapa langkah yang harus dokter lakukan dalam rangka untuk penyembuhan.

Pemeriksaan yang dokter lakukan ialah menanyakan riwayat kesehatan yang dialami oleh pasien dan keluarganya, awal mula gejala datang, dan lain-lain yang bersifat tanya jawab untuk mengenal lebih dekat penyakit yang diderita oleh pasien. Kemudian dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, khusunya di bagian saraf pada wajah. Pemeriksaan dapat dilengkapi dengan tes pencitraan MRI dan tes refleks. Penggunaan tes MRI berperan untuk membantu dokter dalam melihat lokasi pembuluh darah yang menekan cabang saraf trigeminal. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut nantinya akan dipastikan penyakit apa yang sedang dialami oleh pasien.

Apabila pasien terdeteksi menderita penyakit ini, dokter akan mengupayakan pengobatan yang manjur bagi pasiennya untuk proses penyembuhan. Anda bisa melakukan terapi farmakologik (melakukan operasi dan mengonsumsi obat-obatan). Cara mengatasi neuralgia trigeminal melalui obat-obatan antara lain sebagai berikut.

Botulinum Toxin atau Suntikan Botox

Pemakaian suntikan ini dipercaya untuk meminimalisir rasa sakit yang sebagaimana tidak dapat disembuhkan meskipun telah mengonsumsi obat-obatan. Akan tetapi, prosedur ini belum disarankan sepenuhnya oleh dokter sebab masih perlu melakukan penilitian lebih lanjut untuk pengembangan.

Antispasmodic Agent

Menurut artikel pada halodoc.com, golongan obat ini berguna untuk melemaskan otot. Selain itu, obat ini dapat dikonsumsi bercampur dengan carbamazepine. Penggunaan carbamazepine (200 – 1200 mg/hari) dan oxcarbazepin (200 – 1200 mg/hari) dianjurkan oleh guidline EFNS (European Federation of Neurological Society) untuk terapi baris pertama. Namun dalam penggunaannya, obat ini dapat menyebabkan pasien mengalami kelelahan, linglung, ataupun mual-mual. Contoh obat dari golongan ini ialah baclofen. Penggunaan baclofen dan lamotrigin digunakan sebagai terapi baris kedua.

Antikonvulsan

Biasaya obat golongan ini dikonsumsi oleh penderita epilepsi agar impuls saraf melambat. Akibatnya kemampuan saraf untuk mengirimkan rasa nyeri menuju otak berkurang. Jika anda mengonsumsi obat ini secara rutin maka dimungkinkan akan membantu pemulihan nyeri yang dirasakan. Seperti dengan obat lain, penggunaan obat ini juga memiliki efek samping yang harus anda pertimbangkan, yaitu pasien akan mengalami mual-mual, linglung, pusing, dan merasakan kelelahan.

Selain informasi cara mengatasi neuralgia trigeminal dengan bantuan pengobatan, penyembuhan pasien dapat dilakukan dengan melakukan prosedur pembedahan atau operasi. Tujuan diadakannya operasi ialah untuk menghindari munculnya tekanan pada saraf trigeminal oleh pembuluh darah. Langkah ini hanya dapat dilakukan ketika pasien tidak kunjung sembuh meskipun telah mengonsumsi obat-obatan secara rutin. Apa saja? Yuk simak penjelasannya di bawah dini dilansir dari laman internet alodokter.com.

Rhizotomy

Penggunaan prosedur ini dilakukan dengan merusak serabut saraf agar rasa nyeri dapat terhambat. Cara merusak serabut saraf ada beberapa langkah, diantaranya dengan menyuntikkan gliserol steril pada ganglion saraf trigeminal (glycerol injection), memasukkan jarum dan mengalirkannya menggunakan aliran listrik ringan dalam dasar tulang tengkorak (radiofrequency thermal lesioning), dan mengembangkan balon menggunakan selang kateter pada dasar tulang tengkorak (ballon compression). Perlu anda ketahui bahwasanya memang benar ketiga prosedur ini dapat membantu untuk meredakan nyeri. Akan tetapi ada efek samping yang ditimbulkan, berupa wajah menjadi mati rasa (kebas), gangguan mata dan pendengaran pada daerah yang dioperasi, perdarahan dan memar wajah. Meskipun terlihat menyeramkan, jangan khawatir sebab efek samping ini jarang terjadi.

Dekrompresi Mikrovaskular (Microvascular Decompression)

Dengan adanya prosedur ini, akan terjadi pemindahan atau pengangkatan pembuluh darah yang memiliki hubungan dengan saraf trigeminal. Selanjutnya sebuah bantalan akan ditempatkan di antara saraf dan pembuluh darah. Dalam kasus lain, dokter akan memotong pembuluh darah yang menekan saraf trigeminal apabila itu dibutuhkan. Risikonya, pasien akan mengalami kelumpugan, stroke, baal pada wajah, dan kemampuan mendengarkan menurun.

Bedah Radiasi Pisau Gamma (Gamma Knife Radiosurgery)

Prosedurnya ialah dokter akan melakukan pemaparan radiasi menggunakan dosis tertentu sampai akar saraf trigeminal agar bisa rusak dan rasa sakit berkurang. Langkah ini dapat anda ulang kembali apabila terasa nyeri lagi. Selain dua macam pengobatan di atas, anda juga dapat melakukan pengobatan di rumah agar masalah neuralgia trigeminal teratasi. Anda harus membiasakan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan yang lembut, dan segeralah hubungi dokter ketika merasakan gejala tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *