Cara Mengatasi Sindrom Sick Building agar Kerja Lebih Produktif


Sumber gambar: hellosehat.com

Tentu anda masih belum familiar dengan istilah tersebut, padahal anda tanpa sadar pernah atau bahkan seringkali mengalaminya. Terutama bagi anda yang bekerja di perkantoran. Ketika bekerja di kantor seringkali muncul rasa penat, lelah, dan sulit berkonsentrasi sampai mengalami sesak nafas. Hal tersebut dapat dipicu oleh tugas kantor yang banyak.Ternyata selain faktor tugas kerja yang banyak, gedung kantor juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anda. Ketika anda mengalami hal tersebut, dapat hilang rasa penat, dan lelah justru ketika berada di luar ruangan. Kondisi tersebut dinamakan sick building syndrome yang merupakan masalah kesehatanyang dipicu oleh rasa tidak nyaman terhadap kondisi ruangan tertentu.

Apa saja gejala-gejalanya?

  1. Timbul rasa tidak nyaman ketika berada di dalam ruangan.
  2. Mengalami iritasi mata ditandai dengan timbulnya rasa perih pada mata
  3. Ternggorokan terasa kering
  4. Terjadi iritasi kulit, biasanya yang trejadi yakni kulit kering dan timbul ketidaknyaman denga rasa gatal
  5. Terjadi iritasi hidung ditandai dnegan sengau, sinus, dan bersin berlebihan
  6. Mengalami batuk ringan, sedang, sampai berat.
  7. Kepapal terasa sakit dan pusing.
  8. Timbul rasa mual
  9. Alergi
  10. Mengalami susah napas, seperti napas tersengal dan sesak napas

Apa penyebabnya?

Sick Building Syndrome disebabkan oleh terjadinya polusi udara di dalam ruangan. Rupanya, sebuah ruangan dapat mengeluarkan polutan (bahan penyebab terjadinya polusi) yang berasal dari dalam ruangan ataupun dari luar ruangan. Polutan yang berasal dari dalam ruangan, seperti: cat, VOCs ( volatile organic compounds) yang dikeluarkan oleh float  ataupun semuaa barang-barang yang berada di dalam ruangan, seperti karpet yangberdebu, AC yang lama tidak dibersihkan, dan lainnya. mesin fotocopy, insektisida. Sedangkan polutan juga dapat berasal dari luar ruangan yang kemudian masuk dalam ruang, seperti asap kendaraan, asap rokok.

Penyebab lainnya, yakni ventilasi udara yang buruk dapat menghalangi sirkulasi udara. Sehingga, ruangan akan timbul bau yang dapat membuat anda merasakan ketidaknyamanan. Terjadi radiasi elektromagnetik, hal tersbeut terjadi karena penggunaan-penggunaan alat elektronik. Gejala yang ditimbulkan seperti mual, dan pusing. Pencahayaan yang buruk, baik pencahayaan terlalu terang ataupun kurang terang. Kelembaban udara, intensitas suara. Jika sebuah ruangan terlalu ramai dan menimbulkan banyak suara tentu akan mengganggu.

Bagaimana cara mengatasinya?

Sindrom Sick Building dapat diatasi dengan beberapa cara, diantaranya:

  1. Membersihkan seluruh ruangan agar polutan juga hilang.
  2. Memperbaiki ventilasi udara untuk memperlancar sirkulasi udara.
  3. mengurangi intensitas penggunaan alat elektronik yang beradiasi tinggi.
  4. usahakan sejenak keluar dari kantor untuk menghirup udara yang segar.
  5. Letakkan alat elektronik dekat dengan ventilasi udara, seperti printer dan mesin fotocopy agar zat kimia yang menjadi polutan dapat keluar ruangan.
  6. Menata ruang kerja pribadi yang disesuaikan dnegan kenyaman anda.
  7. Jalin komunikasi yang baik dengan temna-teman kerja di kantor. Sehingga penat dan rasa lelah dapat diminimalisir dan lebih rileks jika sejenak beristihat bersama teman-teman kantor.

Nah, itulah penjelasan mengenai gejala sindrom sick building,  dan cara mengatasinya agar ketika anda bekerja dapat lebih produktif dan kesehatan anda terjaga. Selalu perhatikan lingkungan tempat anda bekerja dan menjaga kebersihan. Kenyamanan dan kebersihan tempat kerja tentu akan memengaruhi kesehtan dan produktivitas kerja anda. Untuk memeroleh berbagai informasi tentang kesehatan beserta solusinya, anda dapat mengunjungi berbagai media kesehatan terkait

Tahukah anda tentang Sindrom Sick Building?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *