6 Alasan Memilih Pondok Pesantren Penghafal Al Qur’an yang pas

Mewujudkan insan yang Qur’ani, Amali, dan Saintis sehingga mampu mencetak generasi-generasi Qur’ani, Sebelum melanjutkan artikel 6 Alasan Memilih Pondok Pesantren Penghafal Al Qur’an yang pas, Sekedar kami info:

Apabila Anda Mendambakan putra/putri untuk menjadi Tahfidz kunjungi website Pondok Pesantren Tahfidz

Begitu bahagianya ke-2  orangtua pada saat menyaksikan si anak yang sukses mejadi penghafal Al Quran. banyak sekali kelebihan dari penghafal Al Quran hingga sekarang ini beberapa orang-tua banyak cari ponpes penghafal Al Qur’an yang pas untuk anaknya. Artikel ini kali akan mengulas beberapa pemikiran orang-tua saat menentukan ponpes penghafal Al Qur’an.

1. Mempunyai kurikulum tahfidz Qur’an yang lebih menguasai daripada pelajaran umum

Pondok Pesantren Penghafal Al Qur’an mempunyai keunikan yakni kurikulum intinya ialah tahfidz atau hafalan Qur’an. Tidaklah aneh, bila 80% dari pelajaran ialah pelajaran tahfidz Qur’an, dan pelajaran lain seperti bahasa Arab, Hadist, Bahasa Inggris Matematika cuman tempati jatah yang semakin sedikit.

Karena menguasai di tahfidz Qur’an, karena itu aktivitas setiap hari santri dikuasai oleh aktivitas mengingat, mulai habis subuh, terlepas dhuhur dan ashar, dan terlepas Isya berisi murojaah.

2. Mempunyai staff pendidik atau assatidz yang al Hafidz (ingat 30 juz)

Ponpes penghafal Al Qur’an harus mempunyai guru atau assatidz yang telah mempunyai hafalan 30 juz dan kuat hafalannya. Bagaimanakah mungkin sekolah itu akan hasilkan siswa yang ingat Qur’an sementara gurunya saja baru ingat 10 juz. Biasanya beberapa hafidz Qur’an mempunyai trick tertentu bagaimana mengakali kesusahan dalam mengingat Qur’an.

Di Ponpes penghafal Qur’an Pesantren Besar, ratio guru sebanding siswa (untuk tahfidz) ialah 1: 13. Maknanya satu orang guru meng-handle 12 atau 13 orang santri, karena optimal untuk tahun tuntunan ini diterima cuman 25 orang santri saja.

3. Mempunyai lingkungan pesantren yang aman

Lingkungan pesantren yang aman mempunyai kontributor yang kuat dalam kesuksesan santri mengingat Al Qur’an. Lingkungan pegunungan, lingkungan perdesaan, yang jauh dari keramaian dan hingar-bingar dunia biasanya diputuskan sebagai kawah candradimuka mendidik kader penghafal Al Qur’an.

Disamping itu, pesantren ikhwan dan akhwat tidak digabung. Upayakan mencari pesantren yang tempatnya terisolasi di antara akhwat dan ikhwan, harus terbatasi pagar dan berlainan lokasi. Banyak pesantren besar yang sekarang ini telah pisahkan lokasi pesantren ikhwan dan akhwat, malah dapat memiliki jarak 1 sampai 5 km.

Ponpes tahfidz al Qur’an yang ada di Bogor, seperti misalnya Pesantren Tahfidz Besar, berada di daerah Cijulang, dikitari oleh peternakan terintegrasi : sapi perah, ayam broiler, peternakan cacing, peternakan kelinci, rusa dan pertanian benar-benar pas untuk mendidik beberapa santri belajar Al qur’an sekalian tadabbur alam, sekalian belajar usaha.

4. Ada evaluasi usaha sebagai perbekalan di masa datang

Belajar usaha rupanya tidak harus di sekolah usaha populer dan harus S-2. Di beberapa pesantren kekinian sekarang ini mulai diberikan evaluasi usaha untuk beberapa pelajarnya. Ada yang diberi nama pasar day, ada pula yang sediakan koperasi serba usaha, hingga beberapa santri dapat magang sesudah lulus, ada pula yang sediakan program magang untuk lulusannya hingga mereka sanggup menyaksikan bagian lain dari pebisnis muslim dan mereka sanggup mengikuti kesuksesan si pebisnis itu.

Evaluasi usaha yang paling efisien dengan praktik langsung ke pakarnya. Pebisnis etnis china selalu mengutamakan keutamaan menjalankan bisnis ke anak-anak mereka. Bahkan juga sejak dari kecil, mereka diberikan untuk mengenal uang dan mengenal konsumen setia.

Tiap pulang sekolah mereka diajak ke toko dan mereka turut layani konsumen setia dan juga sekaligus diberikan mengurus keuangan sebagai kasir. Kelihatan remeh, tapi dengan hubungan terus-terusan tiap hari, rupanya jiwa kewirausahawan itu dapat tumbuh kental dan inheren ke jiwa sang anak hingga mereka menjadi pebisnis sukses di masa datang.

5. Mengajak sang buah kesayangan untuk survey ke lokasi pesantren

Untuk anak zaman saat ini, kata pesantren itu bisa saja momok mengerikan hingga kesannya diasingkan dan dijauhkan dari keramaian. Sering mereka lakukan penampikan dimulai dari langkah kasar dan langkah lembut.

Untuk menghindar hal itu, kami sarankan supaya orang-tua ajak anak untuk turut survey dan menyaksikan lokasi pesantren itu, hingga tidak ada penyesalan di masa datang. Untuk anak penurut, ini dapat diacuhkan. Tapi kenyamanan teruslah jadi fokus utama untuk anak, karena di lingkungan yang nyaman ia akan secara mudah menyesuaikan dan belajar dengan telaten.

6. Lokasi pesantren gampang dicapai oleh keluarga

Argumen yang ini tempati posisi paling akhir dari strategi pilih pesantren penghafal al qur’an yang bagus. Pesantren besar dan masyhur sekarang ini banyak di pulau Jawa, khususnya di Jawa Timur dan Jawa tengah. Dan kadang beberapa orang-tua malas menyekolahkan anaknya jauh jauh ke pulau jawa.