Cara bedakan perkutut jantan dan betina paling akurat

Setelah banyak spesies burung yang masuk dalam kategori burung dilindungi, keberadaaan perkutut kini makin dicari oleh kicaumania. Perkutut menjadi pilihan alternatif bagi penggemar burung yang menyukai suara kicauan yang adem dan ngangenin. Sebagai panduan, simak cara membedakan perkutut jantan dan betina berikut ini.

Membedakan jenis kelamin burung perkutut bukan hal yang mudah, terlebih lagi spesies burung ini memiliki penampilan yang hampir mirip di antara jenisnya.

Namun, berdasarkan informasi dari peternak dan para penghobi perkutut di dalam negeri di kicaumania.net , cara membedakan perkutut jantan dan betina bisa dilihat dari ciri-ciri fisik maupun perilaku burung tersebut, yaitu:

Cara membedakan perkutut jantan dan betina

  • Perkutut jantan memiliki kepala yang lebih besar dengan bentuk lonjong memanjang atau ceper, sedangkan kepala betina berukuran lebih kecil dengan bentuk bulat.
  • Bola mata perkutut jantan terlihat lebih menonjol dengan sorotan mata tajam, sedangkan mata betina terlihat lebih sayu dan sorotannya pun lemah.
  • Posisi mata perkutut jantan lebih jauh dari paruh dibandingkan perkutut betina, dan jika ditarik garis lurus posisi mata burung jantan akan terlihat sejajar dengan garis paruhnya.
  • Postur atau ukuran tubuh perkutut jantan umumnya lebih besar dari ukuran tubuh perkutut betina.
  • Suara perkutut jantan akan terdengar lebih keras dari betina.
  • Pupur atau bulu putih di bagian kepala jantan lebih banyak dari burung betina sehingga kepalanya akan terlihat lebih cerah.

Selain dari mengenali ciri-ciri fisik di atas, membedakan perkutut jantan dan betina juga bisa dilakukan melalui tes pendulum atau metode raba supit udang.

A. Tes pendulum pada burung perkutut

Siapkan seutas tali dengan ukuran panjang disesuaikan kebutuhan. Pada bagian ujungnya diikat pada benda yang terbuat dari logam atau emas misalnya cincin.

Pegang perkutut dengan tangan kiri, lalu letakkan pendulum di atas kepalanya, dan tunggu sampai pendulum tersebut bergerak.

Gerakan dari pendulum itu yang dijadikan patokan dalam penentuan jenis kelamin:

  • Jika pendulum bergerak melingkar, hal itu menunjukkan burung berjenis kelamin betina.
  • Jika pendulum bergerak maju mundur, hal itu menunjukkan burung berjenis kelamin jantan.

B. Raba capit udang

Metode perabaan capit udang sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Metode ini dianggap lebih jitu dalam menentukan jenis kelamin burung. Namun cara ini biasanya dilakukan setelah perkutut berumur 4 bulan ke atas, karena pada umur tersebut supit udang sudah dianggap layak untuk dijadikan patokan.

Cara melakukan tes supit udang adalah memegang tubuh burung dengan tangan kiri, lalu meraba tulang supit dengan ibu jari atau jari telunjuk kanan.

Jika tulang supit terasa lebih keras dan sempit, tidak diragukan lagi itu pastilah burung perkutut berjenis kelamin jantan. Sedangkan jika terasa lebih renggang dan lunak, maka burung berjenis kelamin betina.

Semoga bermanfaat