Cara Hemat Belanja Kebutuhan Pernikahan di Masa Pandemi

Kredit online cicilan bulanan di masa pandemi memang menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya proses pengurusannya mudah serta bisa mengurangi beban pernikahan yang cukup besar dan menguras tabungan. Ada cukup banyak kebutuhan pernikahan yang harus dibelanjakan, seperti seserahan hingga kebutuhan pengantin.

Tapi, masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran. Terlebih di saat masa pandemi seperti saat ini disarankan untuk menyelenggarakan pernikahan dengan sesederhana mungkin agar tidak mengundang kerumunan. Yuk, simak ulasannya berikut ini:

1. Sesuaikan dengan anggaran

Meskipun menggelar pernikahan di masa pandemi, tetap saja alokasi dana dibutuhkan agar pengeluaran terkontrol dengan baik. Ambil contoh untuk pengeluaran konsumsi setidaknya harus dialokasikan antara 50 sampai dengan 60 persen dari total anggaran. 

Katakan saja biaya keseluruhan yang dimiliki sekitar Rp10 juta dengan konsep sederhana. Artinya alokasi Rp6 juta sudah dipastikan hanya untuk konsumsi saja. Nah, sisanya ini yang harus cukup digunakan untuk kebutuhan lain seperti fotografer, make up, souvenir, serta biaya pernikahan di KUA.

Jika ingin menghemat bujet, bisa saja memilih tempat penyelenggaraan akad nikah di kantor KUA secara gratis. Sementara jika menikah di tempat yang ditentukan sendiri, alokasikan untuk biaya KUA sebesar Rp600 ribu.    

2. Perlukah seragam pernikahan?

Hal yang paling repot dalam upacara pernikahan adalah seragam kembaran yang sebenarnya bukan digunakan oleh pengantin melainkan oleh keluarga pengantin. Bujet sewa seragam ini tentu bukan jumlah yang sedikit. Sebenarnya jika mau, karena konsepnya sederhana, dengan menggunakan pakaian resmi yang ada, jadi tidak perlu mengalokasikan dana untuk seragam pernikahan jika hanya dipakai sekali meskipun harus menyewa.

3. Pisahkan dana mas kawin

Idealnya memang biaya mas kawin dimasukkan dalam anggaran pernikahan. Tapi, ada juga yang memisahkan biaya mas kawin dengan biaya pernikahan dengan alasan mas kawin adalah salah satu yang paling sakral sehingga perlu bujet khusus atau terpisah. 

Kondisi pandemi seperti saat ini di mana bisa menghemat beberapa alokasi anggaran justru dapat mengalokasikannya untuk memperbesar mas kawin yang diberikan. Sehingga mas kawin akan lebih besar jumlah dan nilainya yang akan bermanfaat untuk mempelai perempuan pada nantinya.

4. Bentuk kepanitiaan sendiri

Untuk upacara pernikahan yang besar memang dibutuhkan wedding organizer (WO) yang mengatur semua kebutuhan. Mulai dari menghubungi vendor serta memilih kebutuhan dan aksesoris untuk acara. Namun, kondisi pandemi seperti saat ini, anggaran untuk WO bisa di skip dulu, mengingat jumlah undangan pasti dibatasi demi memperhatikan protokol kesehatan.

 

5. Bijak jika mengandalkan utang

Jika sudah menghitung anggaran sesuai dengan yang dibutuhkan tetapi masih ada kekurangan, bijaklah dalam menggunakan utang. Meski saat ini cukup banyak kredit online cicilan bulanan yang bisa juga digunakan untuk membiayai kebutuhan pernikahan. Bagaimanapun jangan sampai berutang melebihi dari kemampuan finansial, setidaknya tidak lebih dari sepertiga penghasilan.

Dengan begitu, kondisi finansial setelah pernikahan bisa tetap dalam kondisi baik, tidak sebaliknya morat-marit gara-gara harus membayar beberapa vendor pernikahan dengan jumlah yang besar. Intinya, berutang tidak diharamkan tetapi pastikan penggunaannya bijak dan tepat, terutama dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

Pilih perusahaan yang sudah terdaftar di OJK serta punya reputasi baik di mata masyarakat. Pastinya proses pendaftaran dan pengajuannya pun praktis dan mudah bisa dilakukan secara online seperti yang ditawarkan oleh Kredivo.

Kredivo yang punya jangkauan di kota-kota besar di Indonesia. Wilayah yang dijangkau oleh Kredivo antara lain seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon. 

Syarat lain yang harus dipenuhi jika ingin melakukan pendaftaran lewat aplikasi Kredivo adalah berusia antara 18 sampai dengan 60 tahun dan punya penghasilan minimal Rp3 juta per bulan yang bisa dibuktikan dengan slip gaji, surat keterangan pendapatan, atau mutasi rekening. 

Kredivo punya keunggulan dalam produk serta bunga yang ditetapkan paling terjangkau hanya 2,6% saja per bulan. Tenor yang diberikan bisa dipilih antara 3,6 sampai dengan 12 bulan, sangat fleksibel bagi yang mau mulai usaha. 

Produknya tidak hanya pinjaman saja tetapi juga opsi pembayaran berbagai macam tagihan dalam satu aplikasi Kredivo saja. Selain itu, Kredivo juga bisa digunakan untuk transaksi offline di beberapa merchant seperti Mcd, Electronic City, bahkan belanja furniture di IKEA.

Pastikan unduh aplikasinya lewat Google Play Store maupun App Store dengan mudah.