Faktor yang berpengaruh dalam Tarif Pengiriman Barang

Kadang factor ongkos menjadi pemikiran untuk tiap konsumen saat akan mengirimi barang, khususnya mengurum beberapa barang besar yang cukup susah dan menyusahkan. Ada dua kelompok untuk beberapa faktor yang memengaruhi ongkos transportasi dan penghitungan harga, yakni:

Beberapa faktor yang berkaitan lewat produk:

  • Kepadatan : mengarah pada berat atau volume sebuah produk
  • Kekuatan tempati (stowability) : tingkat kekuatan sebuah produk untuk isi ruangan yang ada dalam kendaraan transportasi
  • Keringanan atau kesusahan pengatasan : Berkaitan dengan stowability ialah dalam soal kesusahan pengatasan produk di saat loading ke kendaraan transporter
  • Kewajiban : Produk yang mempunyai nilai berat atau volume yang tinggi akan gampang hancur dan akan dikenai biaya yang tinggi

Beberapa faktor yang berkaitan dengan pasar:

  1. Lokasi pasar, yang tentukan jarak transportasi barang yang perlu diangkut
  2. Factor alam dan peningkatan ketentuan pemerintahan mengenai perusahaan transportasi
  3. Imbang atau tidak jalan raya barang ke luar/masuk pasar
  4. Apa produk yag diangkut dengan arah lokal atau internasional

Hal yang terpenting memengaruhi watakisktik layanan angkutan untuk tingkat service konsumen ialah:

  1. Keterikatan – stabilitas servis
  2. Waktu nantikan (time-in-transit)
  3. Elastisitas
  4. Lingkup pasar
  5. Tersedianya armada
  6. Kekuatan dari pengangkut untuk menyiapkan lebih dari transportasi dasar

Faktor yang berpengaruh dalam Tarif Pengiriman Barang

Bill of Lading yang seringkali disebutkan dengan B/L adalah document yang dibutuhkan dalam export import. Di mana document ini dikeluarkan dan ditetapkan oleh faksi pelayaran. Ekspedisi Murah di Makassar

Bill of Lading ialah document pengiriman barang yang berisi info komplet berkenaan nama pengirim, nama kapal, data muatan, dermaga muat dan dermaga bedah, perincian freight dan langkah pembayarannya, nama consignee atau pemesan, jumlah B/L orisinal yang dikerluarkan dan tanggal dari penandatanganan.

Ataupun lebih secara singkat ialah Surat kesepakatan pengiriman di antara shipper(pengirim) / consignee (yang menerima) dengan carrier (pengangkut)

Data yang tecantum pada B/L ialah sama sesuai data yang dikirim oleh faksi shipper berdasar barang yang sudah di masukan ke container. Sebagai faksi pelayaran, pasti mereka tidak diikutsertakan pada proses stuffing ini, karenanya dalam B/L selalu tercantumkan shipper load and count said to contain atau umum dipersingkat dengan STC.

B/L memiliki peranan sebagai:

  • Pertanda terima barang atau muatan. Yang mengatakan jika barang sudah termuat di atas kapal.
  • Document kepemilikan. Yang bisa dipakai untuk ambil barang di dermaga perombakan.
  • Kontrak pengiriman. Kontrak kesepakatan jika barang atau muatan akan termuat di atas kapal sampai tujuan.

Adapun beberapa macam B/L salah satunya ialah:

  1. House B/L: B/L yang dikeluarkan oleh faksi forwarding (Apakah itu forwarding, kelak akan diulas lebih lanjut)
  2. Through B/L: B/L yang dikeluarkan oleh faksi pelayaran dari POL (port of loading) sampai ke POD (port of discharges) walau lewat beberapa dermaga transit.
  3. Combined Transport B/L: B/L yang mencakup pengiriman barang dengan memakai lebih satu tipe alat transportasi. Document ini mengatakan beragam operator transportasi (pengangkut) yang hendak ambil barang di pas muat pengapalan dan membawa ke arah tempat arah.

Ada beberapa yang perlu diisi dalam sebuah B/L. Silahkan kita ulas satu-satu.

  1. Data konsumen. Terbagi dalam:
  2. Shipper : nama pengirim barang.

Jika pemilik asli dari barang menggunakan jasa forwarding, biasannya nama yang tertera pada B/L ini ialah nama forwarding dan dari faksi forwarding sendiri akan keluarkan house B/L. Ini dilaksanakan oleh faksi forwarding supaya faksi pelayaran tidak ketahui siapakah pemilik barang sebetulnya untuk menghindar pembajakan pemilik barang.

  • Cosignee : Nama yang menerima barang

Kerap nama consignee diisi “To Order” di mana B/L yang tertera nama ini dapat untuk diperjualbelikan.

  • Notifiy Party : Faksi yang perlu dikontak jika barang sudah tiba di POD.

Data transport. Terbagi dalam:

  1. Vessel : Nama kapal pertama kali yang mengusung barang
  2. Voy : voyage dari kapal
  3. POL : port of loading ialah dermaga asal muat barang
  4. POD : port of discharges ialah dermaga arah barang
  5. Port of receipt : dermaga akseptasi barang pertama kali
  6. Port of delivery : tujuan barang

Data Container terdiri nama container dan nomor seal container. Data Barang. Terbagi dalam :

  • Marks dan Number : mark dari barangnya
  • Description of goods: jumlah paket dan nama barangnya
  • Gross weight: berat kotor barang
  • Measurement: berat measurement

– Nomor B/L yang ditetapkan oleh faksi pelayaran

– Termin of Shipment : seperti CY/CY, CY/FO, CY/Door. Apakah itu termin of shipmentada bagusnya diulas lebih detil pada ulasan seterusnya.

– Termin of Payment : langkah pembayaran dapat Prepaid (jika ocean freight dibayarkan di dermaga muat) atau Collect (jika ocean freight dibayarkan di dermaga bongkar)

– On board date, issued date, place of issued, signature

Pada tiap sisi belakang B/L ada ketentuan dari B/L. Di Indonesia sendiri umumnya dari pelayaran merujuk pada Hague Rules, begitu lah beberapa data yang perlu di isi di B/L. Cek disini https://www.makharyacargo.co.id/ekspedisi-makassar-cargo-terdekat-2022/