Hari Polisi Wanita Nasional Indonesia 1 September

Hari Polisi Wanita Nasional Indonesia 1 September

Kepolisian Negeri Republik Indonesia (Polri) merupakan kepolisian nasional di Indonesia yang memelihara keamanan, hukum, dan pelayanan warga.

Polri didirikan pada 1 Juli 1946. Tetapi, sejarah berdirinya Polri telah ada sejak era Kerajaan Majapahit kemudian.

Satuan kepolisian mulai dibangun pada masa Kerajaan Majapahit. Dikala itu, Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan dengan istilah Bhayangkara. Tugas pasukan Bhayangkara ini merupakan buat melindungi raja dan kerajaan Majapahit.

Nama pasukan Bhayangkara ini juga disematkan sebagai Hari Bhayangkara yang diperingati tiap 1 Juli ataupun hari lahirnya Polri.

Pasukan kerajaan itu terus tumbuh dari waktu ke waktu.

Masa Kolonial Belanda

Dilaporkan dari web Polri, merambah masa penjajahan ataupun kolonial Belanda, dibentuklah pasukan pengamanan yang terdiri dari golongan pribumi. Pasukan ini melindungi barang berharga orang Eropa di Hindia Belanda.

Di masa kolonial Belanda terdapat banyak wujud kepolisian dengan bermacam sebutan yang berbeda-beda, antara lain:

  • Veld Politie (Polisi Lapangan)
  • Stand Politie (Polisi Kota)
  • Politik Budaya (Polisi Pertanian)
  • Bestuurs Politie (Polisi Pamong Praja)

Dikala itu, kalangan pribumi cuma boleh menduduki jabatan tertentu seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.

Sebaliknya jabatan kepolisian paling tinggi adalah hood agent (bintara), inspecteur van politie, dan commissaris van politie cuma boleh diisi oleh kolonial.

Pada tahun 1897-1920, modernisasi Kepolisian Hindia Belanda mulai dicoba.

Lihat juga: Sejarah Hari Perhubungan Nasional

Pada masa pendudukan Jepang, kepolisian Indonesia di jadi 4 daerah yaitu Kepolisian Jawa dan pecah Madura pusat di Jakarta, Kepolisian Sumatera di Bukittinggi, Kepolisian daerah Indonesia Timur di Makassar, dan Kepolisian Kalimantan di Banjarmasin.

Periode Dini Kemerdekaan Indonesia

Sehabis Soekarno- Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, secara formal kepolisian jadi kepolisian Indonesia. Pada 19 Agustus 1945 dibangun Tubuh Kepolisian Negeri (BKN).

Pada 21 Agustus 1945, Komandan Polisi di Surabaya, Inspektur Kelas I ( Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin memproklamasikan Pasukan Polisi RI. Ini adalah langkah dini untuk membangkitkan semangat pasukan polisi di Indonesia.

Pada tanggal 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik Rumah sakit Soekanto Tjokrodiatmodjo jadi Kepala Kepolisian Negeri.

Barulah pada 1 Juli 1946 Polri diresmikan cocok dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 Nomor. 11/SD Dengan adanya pesan penetapan tersebut, bertepatan pada 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara.

Pada periode sehabis kemerdekaan, Polri mempraktikkan beberapa ketentuan dan menjalakan kelembagaan dengan bermacam pihak.

Guna dan Tugas Polri

Guna dan tugas kepolisian memegang kedudukan sebagai garda terdepan dalam melindungi warga.

Dalam UU Nomor. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negeri Republik Indonesia dipaparkan pada Pasal 2 kalau guna kepolisian di antara lain:

  • Pemelihara keamanan
  • Kedisiplinan masyarakat
  • Penegakan hukum
  • Proteksi dan pengayoman
  • pelayanan masyarakat

Masih merujuk pada UU Nomor. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negeri Republik Indonesia, tugas utama kepolisian meliputi:

1. Tugas pembinaan masyarakat

Pembinaan warga mencoba pendekatan secara sosial dan mutualisme untuk meningkatkan partisipasi warga dan pemahaman hukum.

2. Tugas di bidang preventif

Tugas ini meliputi memelihara keamanan dan kedisiplinan warga yang mencantumkan perlindungan dan pertolongan.

3. Tugas di bidang represif justisil

Tugas ini memuat substansi penyidikan dan penyelidikan pada tindak pidana sesuai peraturan perundang- undangan.

Seperti itu latar belakang sejarah berdirinya Polri yaitu Kepolisian Negeri Republik Indonesia yang hingga dikala ini terus diperingati tiap 1 Juli.

Sumber: boisehotspot.com