Langkah Langkah Penerapan Sistem Pembelajaran Blended Learning di Kelas

Sistem pembelajaran blended learning merupakan model gabungan antara sistem online maupun offline, itulah mengapa sistem ini disebut pula dengan istilah hybrid learning. Di era modern seperti sekarang, hybrid learning tersebut tengah populer diterapkan di sekolah. Berikut langkah langkah dalam penerapannya di kelas.

Langkah Penerapan Sistem Pembelajaran Hybrid Learning

1. Menentukan Kesepakatan

Menentukan kesepakatan merupakan persiapan pra-implementasi model pembelajaran hybrid learning. Dimana kegiatan ini dilakukan oleh sekolah dan instrumen pendidikan lainnya, seperti guru maupun staf. Tujuannya adalah untuk menyampaikan secara jelas terkait dengan urgensi pelaksanaan model pembelajaran tersebut, serta berbagai manfaatnya untuk siswa.

Melalui kegiatan menentukan kesepakatan tersebut, maka dapat terjalin kesepahaman dalam pelaksanaannya. Sehingga persamaan tujuan yang ingin dicapai dimiliki oleh semua pihak yang terlibat. Selain itu, model pembelajaran hybrid ini juga membutuhkan realokasi dana, perubahan kelembagaan, atau tuntutan ruang terbatas.

2. Membangun Infrastruktur

Membangun infrastruktur juga menjadi salah satu langkah persiapan pra-implementasi pembelajaran blended learning. Langkah ini sangat penting dilakukan, sebab hybrid learning tidak akan berhasil tanpa adanya infrastruktur yang memadai, meskipun semua instrumen sekolah baik guru maupun staf telah memiliki paham yang sama.

Namun apabila sekolah sudah memiliki infrastruktur yang memadai di awal, maka pembaruan bisa tidak dilakukan. Adapun infrastruktur yang dibutuhkan dalam menerapkan metode pembelajaran campuran ini sendiri antara lain perangkat keras, perangkat lunak, jaringan nirkabel, dan lain sebagainya.

3. Menentukan Platform Teknologi yang Digunakan

Apabila infrastruktur sudah siap, maka menentukan platform teknologi yang akan digunakan menjadi langkah berikutnya yang harus dilakukan untuk menerapkan pembelajaran hybrid. Sebab model belajar hybrid tersebut memang memanfaatkan sisi positif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Terlebih pemilihan platform ini bisa sangat mempengaruhi penyampaian materi yang dilakukan guru pada para peserta didik di dalam kelas. Platform yang umum digunakan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar model campuran ini antara lain group mailing list, media sosial, dan berbagai aplikasi learning management system.

4. Membuat Skema Kegiatan Belajar Mengajar

Langkah berikutnya yang dilakukan untuk penerapan sistem pembelajaran blended learning yaitu membuat skema kegiatan belajar mengajar. Langkah ini dilakukan setelah fasilitator atau tenaga pendidik menentukan platform yang hendak digunakan selama penyampaian materi berlangsung.

Dimana pembuatan skema tersebut bisa dilakukan dengan mengacu pada RPP yang bersinergi dengan fungsi platform pilihan. Sehingga melalui platform yang telah dipilih tersebut, maka guru bisa mengkombinasikannya dengan KBM tatap muka atau offline untuk menjadikannya sebagai hybrid learning.

Langkah langkah tersebut perlu dilakukan oleh sekolah yang ingin menerapkan sistem hybrid learning. Apabila langkahnya terlewat, maka berpotensi mengakibatkan kurang optimalnya pembelajaran yang dilakukan. Salah satu sekolah dengan langkah tepat dalam menerapkan KBM campuran ini yaitu Sekolah Murid Merdeka, yang telah melakukan persiapan memadai dari segala aspek.