Mengampanyekan Main Sepak Bola Lagi, Pemain Arema FC Ikut Kampanye

Datangkan Bruno Smith, Arema FC Beraroma Samba

Berita bola Indonesia saat ini, sudah 11 bulan lamanya tidak diselenggarakan kompetisi sepak bola di Liga Indonesia.

  1. Kampanye Melalui Sosial Media

Para pemain sepak bola, termasuk penggawa Arema FC, kompak melakukan kampanye melalui media sosial. Lewat instagram mereka mengunggah sebuah kalimat bernada sindiran bertuliskan, “Membayangkan negara paling fanatis dengan sepak bola, tapi tak memiliki kompetisi sepak bola.” Kalimat itu sangat ironis, karena sejumlah negara lain di Asia tetap bisa menggelar kompetisi di tengah pandemi COVID-19. Tetapi, Indonesia yang memiliki fanatisme sepak bola luar biasa, sejak Maret 2020 sampai saat ini belum  menggelar kompetisi sepak bola profesionalnya. Kampanye #AyoMainLagi ini dikampanyekan oleh para pesepak bola Indonesia dengan kalimat sindiran seperti tertulis di atas. Para pemain Arema FC pun ikut kompak mengunggah kampanye itu di Instagram mereka, mulai dari fitur feed maupun story. Syaiful Indra, Hanif Sjahbandi, Caio Ruan, dan beberapa pemain lain juga turut ikut untuk meramaikan kampanye tersebut.

“Saya baru tahu kalimat itu di Instagram. Saya mengikuti karena berharap sepak bola segera ada kejelasan,” ujar Syaiful Indra Cahya yang merupakan bek kanan Arema FC.

  1. Pemain Asing Ikut Mengampanyekan Juga

Selain pesepak bola Indonesia, para pemain asing juga ikut mengampanyekannya, seperti duo pemain asing Persija Jakarta, Marko Simic dan Marco Motta. Bek Arema FC, Caio Ruan juga tidak ketinggalan untuk berkampanye walapun mereka bisa dikatakan baru berada di Indonesia.

“Saya berbicara sebagai atlet sepak bola profesional. Kami membutuhkan sepak bola agar hidup bahagia lagi,” ujar Caio.

Bek asing ini memang belum merasakan atmosfer sepak bola Indonesia yang sesungguhnya. Caio datang pada masa pandemi COVID-19 dan sepak bola di Indonesia telah terhenti. Caio harap dapat segara bermain lagi di lapangan hijau. Caio melakukan pengorbanan merantau dari Brasil demi merasakan kompetisi di Indonesia. Menjadi perantauannya yang pertama, tentu Caio tidak ingin pulang dengan kegagalan.