Pengalaman Setia Hackers Bermalam di Pulau Macan

Pantai memang jadi tujuan favorite untuk liburan, dari pasir yang cantik, ombak yang menderu-deru, ikan yang berwarna-warni, dan berenang di laut jadi daya magnet untuk pencinta berlibur di tepi pulau.

Salah satunya rekreasi pantai yang menurut yumi-movie.net harus didatangi ialah ‘Pulau Macan Kecil’ yang berada di Kepulauan Seribu, Utara Jakarta. Saya dapat capai pulau ini cuman 1,5 jam dengan memakai speed boat.

Jika dibanding dengan jam-jam repot di Jakarta, perjalanan ke ‘Pulau Macan Kecil’ sepertinya bisa lebih cepat dibanding dari Bekasi ke Jakarta Pusat . Maka perjalanan saya memanglah tidak banyak memerlukan waktu untuk sampai ke pulau.

Perjalanan Ke arah Pulau

Ok, silahkan kita awali perjalanannya. Saya pergi hari Kamis pada jam 07.30 pagi dengan memakai speed boat dari Marina Ancol (pelabuhan 16). Speed Boat ini dapat muat sekitaran 30 orang untuk dalam dengan penyejuk ruang (AC). Sedang di luar, hanya dapat untuk sebagian orang saja.

Nach, untuk sopirnya (supir speed boat), ada di atas dengan panorama terbuka dan angin sepoi sepoi (kaya di film Baywatch). Sehubungan saya tidak menggunakan jaket komplet seperti sopir, saya batalkan niat untuk menyaksikan panorama laut yang cantik sepanjang perjalanan.

Di sejauh perjalanan, saya mendapati banyak sampah mengapung di laut. Dari sendal capit, gelas dan botol air mineral, styrofoam mi instant, kantong plastik, dan beragam sampah yang lain.

Sampah-sampah di laut ini betul-betul membuat saya jadi prihatin menyaksikannya. Karena Indonesia sebagai negara yang kepulauan yang paling cantik, dan sampah ini betul-betul mengusik panorama saya dan kemungkinan ecosystem laut.

Dibanding saya mempersalahkan orang karena banyak sampah di laut, kelihatannya kita jadi orang Indonesia harus dapat melakukan tindakan, dengan kurangi sampah dari sekarang ini. Triknya gampang kok, tidak membuat sampah asal-asalan.

Kembali lagi ke perjalanan saya, sekalian terlibat perbincangan dengan rekan yumi-movie.net, saya berasa perjalanan 1,5 jam tidak berasa, dan pada akhirnya saya sampai di Pulau Macan. Saat di pelabuhan, saya sempat menyaksikan ada penahan panas atau hujan, tetapi rupanya itu ialah solar panel. Ini membuat saya ingin tahu untuk menanyakan ke pengurus pulau.

Pelabuhan Pulau Macan Kecil

Saat ditanya, rupanya pulau ini memiliki mekanisme pengendalian energi yang diatur dengan baik. Menurut Jonathan, salah satunya team dari Pulau Macan Kecil, “pulau ini sebagai Eco Resor yang mempunyai cara-cara untuk mengurus pulau supaya ramah pada lingkungan.”

Saya dan Rekan yumi-movie.net di Pulau Macan Kecil

 

Ingin tahu apa kelebihan yang dipunyai Pulau Macan Kecil? Baca informasi-informasi yang  saya mengetahui berikut ini.

Solar Panel

Pulau ini memakai solar panel untuk daya listriknya. Energi yang dibuat dari solar panel itu diteruskan ke battery yang dapat simpan listrik untuk mendukung beragam perlengkapan di resor Pulau Macan Kecil.

 

Air

Untuk air, resor ini punyai penyimpanan yang didapatkan dari air hujan. Ada banyak toren yang dapat simpan sampai beberapa ribu liter untuk memasok keperluan beberapa pelancong saat bermalam di resor.

Kayu

Sebagian besar bangunan memakai bahan kayu driftwood dalam membuat, dan umumnya kayu itu didapatkan dari laut karena tenggelam.

Karang

Pulau ini punyai budidaya karang yang bisa jaga ekosistem laut. Tempat pembudidayakan karang itu berada di bawah pelabuhan dan berumur lebih dari 4 tahun. Mereka mendapati sistem pembudidayaan karang yang baru. Sistem ini memungkinkannya karang-karang itu berkembang lebih cepat (5 cm /tahun)

Bergembira di Pulau Macan Kecil dan Pulau Macan Gundul

Sesudah usai ketahui beragam kelebihan pulau ini, saya dan rekan-rekan yumi-movie.net langsung bergembira. Ada banyak aktivitas yang dapat kamu lalukan di pulau ini yakni berenang, kano, paddling board, snorkeling, bermain di pantai, diving, dan nikmati panorama sunset dan sunrise.

Di tepi Pulau Macan Kecil kamu dapat menyaksikan dasar laut karena tingginya cuman 50-100 cm atau sekitaran sedengkul atau sepinggang orang dewasa. Karena air lautnya bening, sehingga kamu dapat menyaksikan karang dan ikan-ikan berenang di laut. Saya berasa ini ialah pulau paling indah yang saya pernah saksikan.

Sedang untuk bermain di pantai, kelihatannya kamu harus berenang, memakai kano, board atau jalan kaki ke arah Pulau Macan Gundul. Kenapa harus ke pulau lain untuk nikmati pantai? Jawabnya ialah Pulau Macan Kecil tidak mempunyai pantai karena erosi, sehingga kamu harus ke Pulau Macan Gundul untuk nikmati pantai.

Jarak di antara Pulau Macan kecil dengan Pulau Macan Gundul sekitaran 500 mtr.. Saat jalan kaki, kamu perlu menggunakan sepatu boot karet. Ini mempunyai tujuan supaya kaki tidak terkena karang atau mencapai suatu hal yang beresiko saat jalan.

Saya ke arah pulau itu dengan jalan kaki, telusuri karang dan dasar laut dengan kedalaman sekitaran 60cm sampai 120cm. Jalan sepanjang sekitaran 500 mtr. memerlukan waktu sekitaran 15-20 menit. Karena air lautnya jernih, saya dapat menyaksikan banyak ikan yang berenang, karang laut, dan bulu-bulu babi yang bergerombol di bawah laut.

Sesampai di Pulau Macan Gundul, kamu akan menyaksikan cantiknya pasir sama air laut yang bening. Di sini kamu dapat berswa photo di pantai atau berenang untuk menyaksikan cantiknya karang di bawah laut. Di siang hari, saat bermain di pantai, saya tidak rasakan teriknya panas matahari, ini karena tertutup oleh awan yang tebal.

Pantai di Pulau Macan Gundul

Menu yang dijajakan resor ini benar-benar bermacam, dari ikan, sayur sampai buah. Yang paling penting ialah Resor ini tidak sediakan menu dengan penyedap rasa atau “Mecin”. Untungnya saya tidak begitu menyenangi masakan dengan mecin, tetapi ada-ada saja orang yang protes ke pengurus untuk diberi penyedap rasa.

Kata pengurus Resor, wisatawan yang protes karena tidak memakai mecin dalam menu makanan, tidak dari dalam negeri saja, di luar negeri ada juga yang memaksakan untuk menambah penyedap rasa ke makanan yang dihidangkan.

Tetapi faksi pengurus masih tetap menyuguhkan menu tanpa memakai penyedap rasa karena menjadi standard servis saat sediakan makanan.

Mendekati sore, saya tidak berpeluang menyaksikan sunset karena langit tertutup orang awan yang tebal . Maka sore hari saya dan rekan-rekan cuman menyaksikan keelokan laut dan rasakan angin yang sejuk di tepi pulau sekalian nikmati minuman fresh

 

Malam Hari macan Gundul

Saat malam datang, waktu memperlihatkan jam 19.00, kami segera nikmati makan yang sudah disiapkan oleh Resor. Ada beragam jenis menu yang dapat kita cicipi menunya masih tetap sekitar ikan yang dibakar, sayur, dan menu pendamping yang lain. Menu makanan malam hari ini benar-benar khusus rasanya, ada rasa Western dan Indonesianya.

Pada jam 21.00, kami diberi menu yang khusus untuk barbeque. Menu yang diberi oleh Resor ialah ada ikan bakar yang besar, sate ayam, dan Nutela Marshmello. Untuk Marshmello kami membakar masing-masing di atas api unggun.

Malam itu terasa sangat keakraban antara rekan-rekan yumi-movie.net. Ada yang curhat-curhatan, ada yang nikmati alunan musik yang diberi oleh ‘DJ Roberto’ (nama panggilan untuk salah satunya rekan yumi-movie.net), dan ada pula yang asyik duduk di tepi pantai sekalian menyaksikan ikan berenang yang disoroti lampu.

Malam yang dirasa asyik dan membahagiakan itu habis sampai jam 00.00 pagi hari. Semua rekan-rekan istirahat sekalian menyiapkan diri untuk keesokan hari lakukan diving dan mancing ikan.

 

Pagi Hari macan Gundul

Saat pagi hari jam 04.30 saya dan rekan-rekan terjaga karena dengar ada suara deru di luar kamar. Kami sama-sama berbalas chat di smartphone, mengulas mengenai suara apa yang telah ada di luar kamar. Suara deru itu berjalan sepanjang beberapa saat, kemudian tiba angin ribut yang tiup bungalow sampai banyak jemuran baju yang ada di luar terbang.

Tidak diduga rupanya ada angin ribut yang besar, dan berjalan sekitaran 30 menit. Sesudah 30 menit berakhir, angin ribut itu ganti jadi hujan deras. Kami sama-sama menyampaikan kabar bagaimana keadaan rekan-rekan setiap kamar, kami menggunakan 7 kamar dari 9 kamar yang ada di Resor.

Waktu berakhir dan memperlihatkan jam 07.00 pagi, waktunya saya makan pagi. Saya ke arah tempat makan pagi dengan memakai payung, karena pagi itu hujan masih mengguyuri pulau. Satu demi satu rekan tiba ke arah tempat makan pada bagian paling depan dari pintu masuk pelabuhan untuk makan pagi pagi.

Mendekati jam 09.00 pagi, hujan mulai stop, dan aktivitas kami bersambung. Sayang karena habis hujan, aktivitas diving tidak jadi dilaksanakan. Tetapi saya dan rekan-rekan masih bermain hal-hal lain yakni kano, paddling board, dan memancing sampai jam 12 siang. Sesudah makan siang, kami lakukan perjalanan pulang.

Pulang ke Jakarta

Jam 14.00 waktunya kembali lagi ke Jakarta. Karena cuaca tidak hujan, perjalanan kami tidak alami masalah yang memiliki arti. Tetapi saya mendapati panorama yang lain saat pergi dari Ancol, yakni air laut, saat telah dekati Jakarta, kelihatan warna cokelat. Berbeda saat pergi, air laut kelihatan biru.

Sama dengan pergi ke arah Pulau Macan kecil, sepanjang perjalanan pulang, saya masih menyaksikan banyak sampah yang mengambang di atas laut. Saya memiliki keinginan ke seluruh orang untuk selalu jaga kebersihan. Janganlah sampai sampah penuhi laut sama seperti yang saya saksikan.

Sama dengan tempo hari, perjalanan kami memerlukan waktu sekitaran 1,5 jam, dan ombak sama saat kami pergi, jadi kami tidak berasa mual sepanjang perjalanan. Sesampai di Pelabuhan Ancol, kami menceritakan mengenai sedikit pengalaman yang membahagiakan di Pulau Macan Kecil.

Team yumi-movie.net berasa benar-benar suka dengan aktivitas yang sudah dilakukan di Eco Resor Pulau Macan Kecil. Kami memiliki keinginan untuk kembali ke situ lain kali. Memang Pulau Macan Kecil dapat membuat berlibur kami jadi lebih berasa cantik, meskipun cuman 2 hari satu malam. Demikian narasi dari pengalaman yumi-movie.net, sampai bertemu kembali diliburan yang lain.

Ingin tahu mengenai points-hacking yang lain, baca lanjut di kuliner di pulau macan