Prosedur Pendirian PT

1. Pengecekan Nama oleh Notaris

Pertama yang bisa Anda jalankan didalam mendirikan PT pada jasa buat pt yakni sediakan beberapa opsi nama untuk di check oleh notaris. Nantinya notaris akan mengecek di sistem AHU (Administrasi Hukum umum) untuk mengkonfirmasi apakah nama yang Anda ajukan bisa digunakan atau telah digunakan perusahaan lain.

2. Pembuatan Draft Akta oleh Notaris

Setelah nama berasal dari sebuah PT telah dinyatakan bisa digunakan, maka sesudah itu notaris akan sebabkan draft Akta atas nama PT yang telah disetujui tadi. Biasanya Anda akan meraih draft awal untuk direvisi sebelum akan jalankan sistem tanda tangan Akta di hadapan notaris.

 

3. Finalisasi dan Tanda Tangan Akta

Apabila Draft Akta telah direvisi dan telah sesuai dengan permintaan, maka Akta akan ditandatangani oleh pemilik saham perusahaan di hadapan notaris. Setiap pemegang saham diwajibkan untuk ikut dan menandatangani Akta. Pengurus perusahaan yang bukan pemegang saham tidak mesti untuk hadir di bagian ini.

 

4. Pengurusan dan Pengambilan NPWP dan SKT Perusahaan

Selanjutnya perusahaan mesti mendaftarkan NPWP Perusahaannya. Nantinya Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan SKT (Surat Keterangan Terdaftar) akan dikeluarkan oleh KPP (Kantor Pelayanan Pajak) dengan syarat telah melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan.

KPP akan jalankan pemeriksaan apakah knowledge penanggung jawab pada NPWP Perusahaan selanjutnya telah benar, status NPWP telah diperbaharui dan apakah tersedia tunggakan pajak pada NPWP khusus masing-masing pengurus dan pemegang saham.

 

5. Pendaftaran NIB

NIB atau Nomor Induk Berusaha adalah nomor pengenal bagi pelaku usaha. NIB berfungsi untuk menukar TDP, API, NIK, dan juga RPTKA jika diperlukan. Pendaftaran NIB ini dijalankan melalui sistem OSS (Online Single Submission).

Pengajuan API tidak mesti dan cuma mesti diajukan andaikan dibutuhkan.Bila tidak langsung didaftarkan, API masih bisa didaftarkan setelah NIB telah terlihat ketika pelaku usaha telah butuh izin tersebut. Pemilihan Bidang Usaha di NIB dijalankan dengan menentukan KBLI Bidang Usaha yang sesuai. KBLI yang dimasukkan mesti telah dimasukkan di Akta lebih-lebih dahulu.

 

6. Pengajuan Izin Usaha dan Izin Komersial

Sama halnya layaknya NIB, Izin Usaha diterbitkan setelah NIB telah dikeluarkan. Izin Usaha menukar Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang di awalnya jadi tidak benar satu dokumen perizinan mesti untuk perusahaan yang di awalnya dikeluarkan oleh PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

Izin Usaha ini diajukan lebih-lebih dahulu sebelum akan izin komersial. Dimana izin Komersial berfungsi untuk pelaku usaha atau badan usaha dengan bidang yang aktivitas operasionalnya butuh izin khusus.