Punya Usaha Bengkel ? Begini Cara Hitung Pajak Nya

jenis usaha bengkel memberikan pelayanan jasa kepada pelanggan untuk perbaikan dan perawatan kendaraan sekaligus menjual beberapa sparepart kendaraan. Aspek pajak usaha bengkel meliputi penghasilan dari bermacam-macam layanan jasa.

 

Misal, jasa service, jasa ganti oli, jasa pemasangan spare part, dan sebagainya. Selain itu, sebagai pelengkap dari jasa yang dilakukan tersebut, banyak bengkel yang melakukan penjualan seperti oli, spare part, dll, yang pastinya akan menjadi aspek pajak usaha UMKM bengkel tersebut.

Usaha bengkel masih banyak jenisnya, tersedia usaha bengkel motor, usaha bengkel mobil, atau paduan dari ke dua type usaha bengkel tersebut. Meski umumnya usaha bengkel dilakukan oleh perorangan, namun banyak juga usaha bengkel yang dilakukan oleh perusahaan.

Mengingat usaha bengkel erat kaitannya bersama kendaraan, maka banyak bengkel yang jalankan kerjasama bersama produsen kendaraan bermotor, lebih-lebih di dalam penjualan spare part untuk kelancaran layanan layanan yang ditawarkan. Jika diamati dari kondisi ini, maka perhitungan pajak usaha bengkel lebih rumit dibandingkan usaha lain seperti perdagangan atau industri.

Baca rekomendasi : Jasa konsultan pajak UMKM

 

Ragam Pajak Usaha Bengkel

Sebelum Anda membangun usaha bengkel, Anda wajib membawa dampak perencanaan pajak untuk usaha bengkel Anda terlebih dahulu. Dengan membawa dampak perencanaan pajak terlebih dahulu, akan ada banyak kegunaan yang Anda peroleh nantinya. Misalnya, Anda mampu memahami Tax Planning untuk menghemat dalam membayar pajak.

Pajak usaha bengkel sebetulnya ada batasannya, yaitu untuk bengkel sebagai wujud badan usaha atau bengkel sebagai usaha perorangan. Peraturan pajak usaha bengkel secara umum termuat dalam Peraturan DJP Nomor 44/PJ/2008. Pada peraturan tersebut dijelaskan bahwa Wajib Pajak Orang Pribadi yang menjalankan usaha atau melakukan pekerjaan bebas (termasuk wajib pajak orang pribadi pengusaha tertentu dan wajib pajak badan) wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP paling lama 1 (satu) tahun pajak sebelum melakukan usaha dan bukan setelah saat usaha mulai dijalankan.

 

Selanjutnya, ada hal yang jadi dasar seorang pengusaha bengkel bisa dapat digolongkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), yakni kecuali dalam satu th. pajak penghasilan mencapai 4,8 miliar rupiah atau pemilik bengkel menentukan untuk dikukuhkan sebagai PKP meskipun penghasilannya tidak mencapai 4,8 miliar rupiah dalam satu th. periode pajak.

Dengan ke dua dasar tersebut, maka setiap pengusaha bengkel perlu mengakibatkan pembukuan sesuai ketentuan yang berlaku agar bisa mengerti arus keuangan dan untuk mempermudah perhitungan, penyetoran, dan pelaporan pajak.

Selanjutnya, dapat diketahui beberapa jenisnya, yaitu:

• PPh Pasal 21 atas gaji, honor, bonus, THR, atau penghasilan lainnya kepada karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

• PPh Pasal 23 atas dasar pungutan penghasilan jasa dari perusahaan lain sebesar 2% bagi usaha bengkel yang memiliki NPWP atau 4% bagi usaha yang tidak memiliki NPWP.

• PPh Pasal 25 untuk PPh terutang selama 1 tahun pajak sebelumnya.

• PPh Pasal 29 untuk jika peredaran bruto perusahaan kurang dari 4,8 Milyar per tahun.

• PPN atas setiap penyerahan jasa dan penjualan barang yang dilakukan sebesar 10%.

 

Menghitung, Menyetor, dan Melaporkan Pajak Usaha Bengkel

Setelah mengetahui segala informasi mengenai pajak usaha bengkel, maka sudah merupakan suatu keharusan bagi Anda selaku wajib pajak untuk patuh pada peraturan perpajakan di Indonesia. Anda wajib menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak usaha bengkel Anda dengan regulasi pajak terbaru.

 

Dengan adanya berbagai program e-pajak dan e filing dari DJP, maka Anda akan lebih mudah dalam menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak usaha Anda. Selain mengetahui pajak untuk usaha bengkel, Anda juga harus tahu metode pembukuan dan pelaporan keuangan usaha bengkel Anda.

Saat ini, membuat laporan keuangan bisa lebih cepat dan real time dengan bantuan software akuntansi Harmony. Anda berkesempatan untuk mendapatkan free trial selama 30 hari setelah melakukan registrasi disini. Untuk Anda yang tidak mau repot dalam mengelola pembukuan dan ingin terima beres, Anda dapat menggunakan Harmony Accounting Service.