REVIEW OBAT INSEKTISIDA FURADAN YANG AMPUH MEMBASMI HAMA

Furadan merupakan jenis insektisida sekaligus nematisida yang berbentuk granular/butiran (GR) berwatna ungu kebiru biruan dan sering digunakan untuk mengendalikan jenis hama.

Salah satu permasalahan pertanian yang mempengaruhi produksi panen yaitu adanya serangan hama dan penyakit yang pasti akan selalu ada. Meskipun lahan pertanian berada di daerah tinggi atau di daerah panas.

Hama dan penyakit terbukti dapat menghilangkan hasil panen hingga 40 persen. Berbagai jenis tanaman pertanian atau perkebunan memiliki kesempatan untuk terkena hama. Hama dan penyakit bisa menyerang di berbagai proses pertumbuhan tanaman.

Beberapa masalah utama dalam pengendalian hama dan penyakit yaitu penentuan waktu yang tepat, sebab kebanyakan pada siang hari berada di dalam tanah dan pada malam hari kembali aktif.

Populasi hama di lapangan memang dipengaruhi musim dan perubahan tinggi rendahnya curah hujan yang berkaitan dengan ukuran kelembaban tanah. Penilaian terhadap kondisi kerusakan tanaman dan kehilangan hasil panen dapat mengungkapkan pengaruh infestasi hama, tingkat populasi hama, dan status ekonomi dari hama yang dapat merusak pengaruh ekonomi. Furadan merupakan salah satu obat insektida yang telah mengalami mengandung bahan anti hama dan penyakit.

Namun ada beberapa dampak dari penggunaan furadan yaitu diantaranya berupa pengurangan jumlah tanaman ataupun hasil panen, terhambatnya nya aktivitas metabolisme pada tumbuhan, adanya hambatan perilaku dan reproduksi serta daya kokoh dari tanaman akan menurun.

Larutan furadan dinilai sangat toksik terhadap hama dan penyakit sehingga bisa memberantas segala macam hama dan penyakit yang mengganggu tanaman titik penggunaan furadan yang cukup intensif akan resiko meninggalkan residu, kontaminasi dan meracuni lingkungan sehingga bisa mengurangi populasi berbagai hewan yang yang bermanfaat bagi tanaman.

Pada saat musim hujan furadan  dan akan terbawa oleh air hujan hal ini bisa dilihat dengan adanya kandungan yang tinggi terhadap residu yang terdapat pada air pada saat musim penghujan dibanding dengan musim kemarau. 

Degradasi furadan pada tanah terjadi akibat adanya Kandungan pH tanah yang tinggi tanah yang mengandung pasir, serta kelembaban tanah yang sangat tinggi titik Selain itu juga mengakibatkan adanya biodegradasi oleh bakteri.

Kandungan dari furadan yang yang terdapat dalam tanah yang tergenang oleh air akan lebih cepat terdegradasi dibanding dengan tanah yang tidak tergenang oleh air. Adapun peran dari mikroorganisme yang berperan dalam proses degradasi ini terutama tanah yang memiliki sifat asam atau Netral.

Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menggunakan furadan dengan tepat agar tidak merusak tanaman.  Yaitu dengan menggunakan sesuai dengan dosis yang telah ditentukan pada kemasan furadan memang tidak dicantumkan dosis atau takaran resmi yang digunakan untuk tanaman ataupun tanaman hias.

Oleh karena itu kamu cukup perlu mengambilnya sedikit saja pada butiran granular kuda dan hanya sekitar sejumput ujung jari. Kemudian taburkan furadan secara merata mengelilingi media tanam ataupun kamu juga bisa menaburkan furadan ke media tanam.

Untuk hasil yang lebih maksimal bisa dengan menaburkan sedikit furadan di alas pot tanaman atau alas rak pot tanaman yang diletakkan agar tidak ada semut atau hama yang bisa mendekati tanaman . penaburan furadan pada alas pot tanaman dinilai lebih efektif daripada menaburkan furadan langsung di media tanam titik karena penaburan furadan di pot tanaman akan lebih terasa hasilnya.

Pemberian furadan pada tanaman harus diperhatikan intensitasnya, taburkan furadan cukup sebulan sekali dan janganlah berlebihan. Sebab efek furadan malah akan berbahaya bagi tanaman.