Waspada! Mimisan Pada Anak Bisa Menjadi Gejala Penyakit Ini

Waspada! Mimisan Pada Anak Bisa Menjadi Gejala Penyakit Ini

Selain terjadi cedera pada hidung, anak-anak bisa mengalami mimisan karena faktor cuaca, pilek atau alergi. Orangtua tidak perlu khawatir saat anak mengalami mimisan selama dalam tahap wajar. Hal yang perlu diwaspadai adalah anak-anak mengalami pendarahan hebat yang berbahaya. Ada beberapa kategori mimisan pada anak yang berbahaya seperti volume darah berlebihan hingga sulit bernapas, detak jantung tidak normal, terjadi pada balita bawah umur 2 tahun, intensitas mimisan sering, terjadi lebih 30 menit, dan lain-lain.

5 indikasi penyakit yang wajib Anda waspadai

Mimisan bisa terjadi akibat kebiasaan mengorek hidung terlalu keras. Pecah pembuluh darah halus hidung akibat cedera bisa diatasi dengan penanganan sederhana. Jika anak mimisan dengan kondisi tubuh demam, ruam dan mengalami gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Pasalnya, ada beberapa penyakit berbahaya yang terindikasi dengan mimisan sebagai berikut :

  1. Sinusitis akut

Pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus dan pecah bisa mengakibatkan mimisan pada hidung. Tentu Anda wajib melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika kondisi hidung tersumbat dan nyeri wajah lebih dari 4 minggu. Pasalnya, orang-orang abai terhadap gejala sinusitis yang hampir sama dengan gejala flu biasa.

  1. Tumor hidung

Tak hanya anak-anak, mimisan pada orang dewasa yang memberikan gejala berbahaya harus segera melakukan pemeriksaan medis. Mimisan bisa menjadi tanda tumor hidung yang perlu penanganan lebih serius. Biasanya penderita tumor hidung akan mengalami hidung tersumbat, lendir bercampur darah atau nanah, gigi mati rasa, dan nyeri pada bagian dekat mata.

  1. Polip

Mimisan pada anak bisa menjadi indikasi si kecil mengalami polip. Polip bisa terjadi akibat pertumbuhan jaringan lunak pada hidung secara abnormal akibat asma, infeksi, alergi, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

  1. Hemofilia

Anak-anak yang mengalami masalah pembekuan darah atau hemofilia memang tidak boleh melakukan aktivitas fisik berlebihan. Apabila tubuh terluka, maka proses penyembuhan membutuhkan waktu yang lebih lama.

  1. Leukemia

Mimisan terjadi lebih sering dan berlangsung dalam waktu lebih lama, orangtua wajib melakukan pemeriksaan serius. Hal ini bisa menjadi indikasi anak mengalami penyakit leukemia. Leukemia merupakan penyakit yang disebabkan sel darah putih lebih banyak daripada sel darah merah dalam tubuh.

Kanker darah menjadi salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi pada anak-anak di Indonesia, lho!  Kenali gejala sejak awal agar penanganan bisa dilakukan sejak keganasan sel darah dari sumsum tulang belakang masih pada tahap awal, ya!

Baca artikel parenting mengenai cara mengatasi mimisan pada anak yang efektif menghentikan pendarahan pada hidung. Jika mimisan pada anak tidak menunjukkan perubahan atau intensitas semakin sering dalam durasi lebih lama, Anda wajib melakukan pemeriksaan ke dokter. Mimisan bisa masuk dalam kategori berbahaya atau indikasi penyakit tertentu yang perlu penanganan lebih lanjut.